Posts by setiyobudi

trying to be a man .....

Filosofi Sunan Drajat dalam Pendidikan

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, kabupaten Lamongan.

Beliau sebagai wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin. Ia terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.

Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam tujuh sap tangga dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :

  1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
  2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
  3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan)
  4. Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu-nafsu)
  5. Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan mem­peroleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur).
  6. Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir batin hanya bisa kita capai dengan salat lima waktu)
  7. Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masya­rakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)

Bagi penulis, 7 tahapan yang dikonsep  mbah sunan Drajat tersebut bisa kita terapkan dalam pembelajaran / pendidikan / sekolah. Kalau direnungi dan dihayati tujuan akhir pendidikan adalah seperti yang tertulis dalam sap / tahap ke 7, membentuk manusia yang cerdas / kompeten (teken atau tongkat, menggambarkan teknologi  / ilmu / pengetahuan untuk menuntun manusia yang “buta”), peduli pada orang lain / menyejahterakan (memberi makanan / mangan), ber-etika, beradab (busono, pakaian simbol kesusilaan, ajining raga) dan perlindungan / keselamatan (ngiyup, berteduh).

Pada tahap pertama / sap 1, Sunan Drajat telah merumuskan model yang simple untuk mencapai tujuan yang besar. Dimulai dari membuat orang lain “senang”. Pendidikan, sekolah tidak disampaikan dengan wajah yang seram, membuat orang takut, tapi dengan kabar gembira, dengan harapan – harapan yang menginspirasi anak – anak. Sekolah dikonsep, dikelola dengan ramah.

Filosofi yang tertulis pada sap dua sampai dengan enam dapat dijadikan pedoman dalam proses pendidikan. Ketika belajar, kita tidak disarankan bersenang – senang yang berlebihan. Kalau pun kita mendapat atau merasakan sesuatu yang sangat menyenangkan, kita sebagai pelajar / pembelajar harus tetap ingat (iling) kepada Yang maha kuasa dan waspada, berhati – hati, tidak terlalu berlarut larut dalam kegembiraan.

Selanjutnya, seorang pelajar harus kuat tekadnya agar tercapai apa yang dicita – citakannya. Kuatnya tekad ini juga akan mampu menahan godaan, pringga baya, sepanjang proses pembelajaran.

Di sap ke empat, kita dianjurkan untuk tidak memperturutkan hawa nafsu. ini tentunya sangat tepat dilakukan oleh siapa saja yang sedang menuntut ilmu, yg sedang bekajar.  Mbah sunan Drajat menggunakan kata “meper” untuk mengalahkan hawa nafsu yang jalan masuknya adalah panca indra. “Meper” dalam bahasa jawa artinya menumpulkan, menjadikan pisau yang semula tajam menjadi rapuh, bukan mengalahkan atau menghilangkan.

Pada sap ke lima kita dibimbing agar mempunyai hati yang tenang apabila sedang dalam kegiatan belajar. Filsafat Heneng, Hening, Henung, adalah filsafat tentang pengendalian diri. Heneng, artinya adalah diam, sabar, pasrah serta tawakal dalam menerima kehendak Allah. Hening, kondisi berdoa (mengheningkan cipta) dalam pengertian sederhananya adalah mensucikan hati serta menjernihkan pikiran dengan bertafakur dan berdzikir kepada Allah. Henung, merenung, mengandung makna bahwasanya kita mesti menggunakan akal kita, memanfaatkan pikiran kita untuk selalu merenung, berfikir , menganalisa serta mentafakuri keindahan-keindahan karya cipta Allah.

Sedangkan pada sap ke enam kita diingatkan betapa pentingnya menjalankan ibadah (salat, dan ibadah lainnya) selama perjalanan mencari ilmu atau belajar.

 

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Drajat

http://www.kompasiana.com/rudisetiawan1976/filsafat-heneng-hening-huning-dan-hanung_54ffac38a33311426350f831

 

Advertisements

Kisi kisi UAS Jaringan Dasar TKJ X 2017

  1. Pengertian, fungsi dan penerapan jaringan LAN, contoh :
    1. Aturan baku yang dikeluarkan oleh ISO (International Standart Organitation) sebagai prinsip di komunikasi data dikenal dengan nama …..
    2. Jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau sekolah yang berukuran sampai beberapa meter disebut…..
  2. Peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan LAN (nama, spesifikasi dan fungsi)
    1. Jika suatu jaringan komputer ingin berkomunikasi dengan komunitas jaringan lain yang berbeda kelas ip address , maka diperlukan sebuah…..
    2. Bridge digunakan untuk ……
  3. Media transmisi (jenis konector, kategori, standarisasi)
  4. Perencanaan jaringan LAN, contoh soal : Kantor BKK SMK Cendika Bangsa direncanakan akan membangun jaringan LAN dengan jumlah komputer 5 PC,  masing – masing PC dapat terhubung ke internet melalui modem yang dipakai bersama – sama. IP modem adalah 192.168.0.254/24. Tidak dibutuhkan Router pada jaringan tersebut. Masing – masing PC dapat menggunakan printer secara bersama – sama melalui salah satu PC yang diinstall printer. Tentukan:
    1. Topolagi jaringan yang akan dibangun
    2. Rancangan lengkap ip address masing – masing PC
    3. Daftar semua peralatan yang diperlukan (buat tabel)

 

Rethingking Hanacaraka

Sumber : kanktono.blogspot.co.id/2009/08/gothak-gathik-gathuk-huruf-jawa.html

​Sebuah ide cemerlang dalam penyusunan huruf jawa dikemukakan oleh Prof.Dr. Damardjati Supadjar, beliau menyusun susunan huruf2 yang biasanya seperti pada tulisan diatas menjadi:

ka ma ba tha ra

ga da sa nya ta

na la pa dha nga

ja wa ha ca ya

saya kira susunan huruf2 jawa diatas sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia pada umunya dan jawa pada khususnya, makna perhuruf tetap sama namun makna perbaris berbeda, berikut adalah makna perbaris susunan diatas

ka ma ba tha ra mempunyai makna filosofi hendaknya wiji/biji/sperma itu jangan di sia siakan dalam arti banyak sekali tempat2 prostitusi di negeri kita tercinta ini yang semuanya menawarkan untuk mengecer-ecer wiji secara berbayar, semuanya itu hendaknya segera diakhiri mengingat satu tetes wiji itu sama nilainya dengan 100 tetes darah bagi yang percaya, hendaknya pula energi yg ada disekitar pusar kita di purba diri untuk di alirkan ke atas ubun2 atau dari cakra pusar ke cakra ubun2 bukannya malah dialirkan kebawah melalui kemaluan atau mengecer-ecer wiji. didalam kearifan jawa ada istilah titis, tetes, tetes, titis itu maksudnya tepat sasaran, tetes itu maksudnya menetes, sedangkan tetes yg kedua maksudnya tetas, apabila digabungkan ketiganya bisa ditarik kesimpulan perlu untuk menitis memusatkan pikiran dan hati supaya tetes yg akan ditetas itu menjadi pribadi pilihan, maka tidak heran apabila ahli meditasi itu apabila berhubungan badan jarang sekali ejakulasi karena energi yg biasanya disalurkan kebawah menjadi disalurkan keatas, para ahli meditasi itu hanya akan tetes apabila pada waktu akan membuahi, itupun cuma sedikit atau seperlunya tapi mempunyai kualitas yang unggul. Disisi lain titis tetes tetes itu dimaksudkan menitiskan pada bathin kita untuk melahirkan diri yg berkesadaran tinggi atau berkesadaran rohani, dengan kata lain diri kita yg biasanya berkesadaran jasmani yg penuh ketergantungan duniawi bertransformasi ke berkesadaran rohani yg bebas dari polusi dunia, inilah makna hijrah yg sebenarnya.

ga da sa nya ta mempunyai makna gada itu bermakna senjata gada, sanyata itu nyata, makna filosofinya adalah apabila kita sudah melakukan titis tetes tetes secara batiniyah maka kita akan mempunyai senjata yg nyata dalam hal utk menghadapi krisis multidimensi yaitu diri yang sudah meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia dan inilah pribadi pilihan

na la pa dha nga mempunyai arti hati yang terang, orang yang sudah sadar rohani itu hatinya terang sebab tiada suatu apapun yg menghalangi hatinya dari pancaran Nur illahi, hati orang yg sudah berkesadaran rohani bebas dari polusi dunia baik berupa ketergantungan materi maupun ego kedirian yang keapian yang suka mengaku-aku sepihak dalam kata lain ego yg sombong tidak mau sujud kepadaNya.

ja wa ha ca ya mempunyai arti apabila hati kita sudah terang benderang karena tiada satupun yg mengotorinya maka “hujan’ cahaya maha cahaya Nur illahi akan terjadi dan menyinari setiap pribadi pilihan tsb untuk dipantulkan ke pribadi yang lain dan juga makhluk disekitarnya dalam bentuk kerja nyata secara ikhlas karena Tuhan bukan karena yg lainnya, perlu diketahui nur Tuhan itu indah tanpa batas, hanya ego kita yg menghalanginya, apabila tidak ada lagi ego di diri kita maka tidak ada lagi yg menghalanginya.

Sampai saat ini saya percaya bahwa pribadi pilihan yg unggul atau satrio piningit itu bukan dalam arti perorangan, tapi dalam arti kelompok orang2 yg sudah berkesadaran rohani, jadi tidak ada alasan bagi orang yg ngaku2 satrio piningit atau Imam mahdi, ratu adil, dsb, karena pengakuan sepihak itu salah satu dari ego keapian yg sombong, lalu siapa satrio piningit sebenarnya? kita lah satrio piningit itu, dalam arti diri kita yang berkesadaran rohani yg kita kurung dengan ego keapian dan ketergantungan materi harus kita bebaskan untuk menjadi pemimpin di diri kita, soal siapa yg muncul di permukaan hanyalah simbol belaka tapi pada hakekatnya ya kita ini.

Afi Nihaya Faradisa

8 Desember pukul 17:47 ·
Aku pernah mematikan total hapeku selama 10 hari. Selama itu, aku tidak berhubungan dengan dunia luar sama sekali. Hanya dari situ kau bisa mengamati apa yang gadget dan koneksi internet telah renggut selama ini.
Katakanlah aku terjebak dalam sudut pandang yang menggelikan. Katakanlah aku salah menyikapi kemajuan, tapi hal-hal ini yang telah kupelajari dalam 10 hari. Sudahkah kau mencoba sendiri sebelum menjustifikasi?
.
Melalui layar 4 inchi ini, aku memang melihat dunia tanpa batas yurisdiksi.
Namun, kata orang bijak, “You are what you eat”. Belakangan aku tahu bahwa hal itu tidak hanya berlaku untuk makanan perut, tapi juga “makanan pikiran”. Apa yang telah kita masukkan dalam pikiran, jiwa, dan hati kita selama ini menentukan seperti apa diri kita. Lalu pernahkah bertanya, yang aku telan selama ini lebih banyak racun atau gizinya? Pantas kalau diri kita masih gini-gini saja. Ternyata ini sebabnya.
.
Perhatikan, kondisi “sumber makanan pikiran” kita semakin tercemari.
Aku lelah menjelaskan pada satu persatu orang tentang negatifnya menyebarkan hoax dan kebohongan.
Kita juga tidak pernah kehabisan alasan untuk saling membenci. Apa-apa dijadikan ‘amunisi’.
Sama-sama manusia, kalau beda negara rusuh. Sama-sama Indonesia, kalau beda agama rusuh. Sama agamanya, beda pandangan juga rusuh. Terus gimana nih maunya?
Padahal, kalau bukan Tuhan, lalu siapa lagi yang menciptakan SEMUA perbedaan ini? Kalau Dia mau, Dia bisa saja menjadikan semua manusia ‘serupa’ dalam segala hal. Lalu, kenapa kita lancang menentang Tuhan dengan meludahi perbedaan?
Aku sendiri tidak pernah mengunfriend yang beda pandangan, aku dan kamu bisa bersahabat walaupun kita tidak sepakat. Pernah lihat orang yang penuh permusuhan hidupnya tenang? Bagaimana kita berharap ada bunga yang tumbuh di atas kawah berapi? Yang dirahmati Tuhan adalah hubungan, bukan permusuhan.
Unity in diversity.
.
Yang aku heran, apa-apa dijadikan perdebatan. Seperti ritual medsos tahunan, mulai dari ucapan natal, perayaan valentine, bahkan juga jumlah peserta unjuk rasa!
Diri ini merasa lebih baik karena pihak lain terlihat lebih buruk. Kita merasa senang atas ketidakbaikan orang. Tuhan mana yang mendukung karakter seperti itu?
Padahal, this too shall pass. Semua hal pasti akan berlalu sendiri silih berganti. 10 tahun lagi, apakah yang kita pertengkarkan ini lebih berharga daripada hubungan baik kita?
.
Padahal, kata “musuh” hanyalah ilusi, sebuah sekat yang kita buat sendiri. Tuhan tidak mengatakan bahwa Ia hanya dekat dengan pembuluh nadi orang beragama X dan bersuku Y, Tuhan dekat dengan pembuluh nadi semua orang. Sudah lupa, ya?
.
Yang aneh adalah, jika tidak pro pokoknya salah! Kontra salah, netral pun juga disalahkan. Tidak ada hal lain yang ditunjukkan kecuali sifat kekanak-kanakan. Boikot terhadap produk perusahaan raksasa tidak akan berpengaruh sedikitpun pada owner-owner atas yang sudah kaya raya, yang kalian bahayakan adalah penjual-penjual kecil yang masih bingung cari makan tiap harinya, yang mereka bahkan tidak tahu apa-apa tentang kebijakan perusahaan.
.
Ada sebuah peribahasa Cina yang layak untuk kita renungkan. “Menyimpan dendam seperti meminum racun tapi berharap orang lain yang mati.”
Buddha pun berkata, “Anda tidak dihukum KARENA kemarahan Anda, Anda dihukum OLEH kemarahan Anda.”
.
Jika tetap tidak bisa mengendalikan kemarahan? DIAM!
Setidaknya kemarahan kita tidak akan menjadi sebab kemarahan orang lain.
“Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501)
.
Dan aku tahu,
Memang ada saatnya memproteksi diri. Ada saatnya mempertahankan kenyamanan pribadi.
Tapi bagiku, ada juga saatnya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Karena itu, aku tidak akan pergi dari sini 🙂
– Afi N.F / SMA Negeri 1 Gambiran Banyuwangi

Cara mengembalikan opsi lte/4g pada Cynogenmod 13 Xiomi Mi 4 lte


Secara default, Cynogenmod 13 yang diinstall pada Xiomi MI4 akan memilih preferensi tipe jaringan internet celuler pada opsi “lte (recomended)”. Karena sesuatu hal, seperti yang penulis alami, jaringan lte yang sulit di suatu daerah membuat baterai cepat karena smartphone sering berganti opsi jaringan, maka penulis menetapkan opsi ke “3G”. Namun seperti terlihat di gambar, pada Cynogenmod 13 tidak ada opsi “lte” untuk mengembalikan ke preferensi jaringan lte.
Untuk mengembalikan agar Xiomi Mi4 dapat mengakses jaringan lte maka perlu dilakukan reset setting jaringan. Untuk melakukan hal tersebut : setting –> backup & reset –> Network settings reset –> (pilih “CARD 1”) –> RESET SETTINGS
Tunggu beberapa saat, jaringan data seluler akan kembali menjadi “lte (recomended)”. Xiomi mi4 siap meluncur di jaringan lte.
Sekian, semoga bermanfaat.

Cara sederhana meningkatkan sinyal 4G mifi andromax

Saya tinggal di daerah pegunungan  kawi yang sulit terjangkau sinyal 4G / lte. Hal tersebut memaksa saya untuk terus memutar otak agar mendapatkan sinyal tetbaik. Saat ini, desember 2016, baru layanan smartfren connect evo yang saya rasakan lumayan nyaman digunakan di daerah Jambuwer, Kromengan, kab. Malang, my home village.

Berikut cara sederhana untuk meningkatkan penerimaan sinyal mifi andromax.

Salah satu karakteristik antena baik pemancar maupun penerima adalah polarisasi. Antena akan menerima sinyal maksimal jika ia dihadapkan sama polaritasnya dengan sinyal yang diterima. Nah karena kita tidak tahu polaritas sinyal dan bentuk antena penerima di mifi andromax, maka kita bisa memutar mutar mifi kita agar mendapatkan sinyal maksimum.

Mifi dengan posisi horisontal

Sinyal yang diterima relatif kecil

Mifi andromax m3y diposisikan vertikal

Ada peningkatan kekuatan sinyal 4G

Catatan.

  1. Pada daerah lain bisa jadi memposisikan mifi m3y secara horisontal akan lebih besar penerimaan sinyalnya.
  2. Penyesuaian polarisasi juga bisa dilakukan dengan memutar mifi ke berbagai arah.

Selamat mencoba….

5847971913

Ookla Speedtest untuk posisi vertikal