Perhitungan Daya Ruang TIK

Bermula dari kenyataan bahwa ruang pembelajaran di sekolah, khususnya di SMK Cendika Bangsa Kepanjen Malang yang banyak membutuhkan peralatan TIK dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya, maka penulis melakuan pengukuran terhadap beberapa peralatan TIK yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan daya suatu ruangan yang menggunakan peralatan TIK.
Pengukuran arus dilakukan dengan tang ampere MT-87B. Setelah arus yang mengalir ke peralatan dapat diketahui, maka daya nyata dapat dihitung berdasarkan hasil pengukuran tersebut, dan bukan berdasarkan spesifikasi daya yang tertulis pada perlatan. Rumus daya sesaat untuk arus bolak balik / AC dapat dicari dengan rumus seperti daya tegangan DC, P = V x I
Tabel pengukuran arus beberapa peralatan TIK adalah sebagai berikut:

No. Jenis peralatan Spesifikasi Arus terukur Daya
1. PC H81/G3240/4G/320GB/Samsung 15,6” 0.27 59.4
2. PC Lenovo/C2D/2G/160G/Samsung 20” 0.77 154
3. Lampu LED Philips 9 Watt 0.01 2.2
4. LCD Benq MX505 0.97 213.4
5. LCD Viewsonic PJD5134 0.92 202.4
6. Laptop Dell Vostro Core2Duo 0.15 33

 

Contoh penerapan :
Jika suatu ruang kelas direncanakan akan menggunakan 1 LCD, 4 lampu LED 9 Watt dan 1 laptop, maka konsumsi daya ruang tersebut sebesar 202.4 W + (4 x 2.2 W) + 33 W =244.2 Watt
Semoga bermanfaat.

Advertisements

Perawatan Stavolt / AVR

Sampai saat ini banyak pengguna PC yang mempercayakan urusan stabilisasi tegangan yang mencatu komputernya kepada perangkat stavolt (stabilisator voltase) atau AVR (Automatic Voltage Regulator). Meskipun jika dirunut dua istilah itu bisa jadi dua perangkat yang berbeda. Kebanyakan pengguna PC menggangap istilah itu sama. Fungsi utama stavolt / AVR memang menjaga agar tegangan AC yang digunakan untuk mencatu unit PC tetap / stabil pada tegangan kerja (220 Volt).
Pada daerah tertentu, karena banyak hal, tegangan PLN / AC yang mengalir ke PC sering tidak stabil tegangannya, kadang lebih dari 220 V kadang juga kurang dari itu. Kejadian naik – turunnya tegangan ini mempengaruhi kinerja bahkan umur pemakaian perangkat Komputer. Pada banyak kasus, penggunaan stavolt dapat mengurangi permasalahan yang timbul pada PC karena tidak stabilnya tegangan.

Ada dua macam stavolt yang beredar di pasaran, yaitu :
  1. Stavolt Elektrik
  2. Stavolt Motor
Stavolt elektrik menaikkan atau menurunkan tegangan menggunakan beberapa relay berdasarkan perubahan tegangan yang diterima stavlot (input). Umumnya stavolt jenis ini kurang bagus kinerjanya, stepping tegangan yang mampu dilakukan sangat terbatas. Hanya beberapa range tegangan.
Stavolt motor (gambar 1) menggunakan motor yang mengerakkan brostel dan tersambung pada transformator step-up-down yang berbentuk selinder (gambar 2). Putaran motor ini diatur sedemikian rupa sehingga mengikuti perubahan tegangan yang diterima oleh stavolt. Apabila tegangan yang diterima dibawah 220 Volt, maka motor bergerak sehingga transformator menghasilkan output 220 volt, demikian sebaliknya.
Pada tulisan ini, akan dibahas beberapa perawatan terhadap stavolt jenis motor agar kinerja dan umur stavolt lebih handal dan tahan lama. Perawatan terhadap stavolt merupakan sesuatu yang penting mengingat perangkat ini bekerja tanpa henti, kadang pada saat PC sudah dimatikan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan pada perawatan stavolt / AVR adalah sebagai berikut :
  1. Membersihkan kontak antara brostel dengan transformator step-up-down

    Bagian ini harus terbebas dari dari debu dan kotoran lain. Kotoran yang sering menempel selain debu adalah serbuk brostel yang bergesekan dengan tembaga. Bersihkan permukaan ini dengan kuas kering minimal 6 bulan sekali. Akan lebih baik bila permukaan tembaga pada transformator disemport dengan cairan anti karat / Contact Cleaner yang biasa dijual di toko elektronik. Pembersihan perlu dilakukan lebih sering apabila stavolt diletakkan pada daerah yang berdebu dan lembab.

  2. Memberi pelumas / grease pada komponen mekanik

    Motor menggerakkan gigi – gigi yang pada akhirnya menggerakkan tuas yang menghubungkan brostel dengan transformator. Memberikan grease / pelumas pada gigi – gigi yang bergerak akan membantu kelancaran putaran komponen – komponen terkait.

  3. Mengatur kedudukan bagian mekanik.
    Motor pengerak beserta rangkaian mekanik merupakan bagian yang rawan kerusakan. Salah atu sifat sistem mekanik adalah aus dan masalah ke-presisian yang sering berubah. Pada bagian ini biasanya terdapat empat baut pengatur dan pengunci kedudukannya agar leluasa pada saat berputar. Posisi dudukan ini sering berubah karena motor yang terus bergerak setiap saat. Hal inilah yang sangat perlu diperhatikan pada saat memasang kembali atau mengatur agar putaran motor tidak terhambat. Dengan kata lain, posisi bagian ini perlu diatur agar motor dapat bergerak seringan mungkin. Putaran motor yang macet dapat berakibat fatal baik pada perangkat PC maupun pada stavolt. Keleluasaan putaran motor harus terus diperiksa pada saat melakukan pengaturan posisi ini, sampai didapatkan putaran yang paling ringan.
Demikian tiga hal utama yang dapat dilakukan untuk menjaga agar stavolt selalu bekerja dengan handal. Sebagai contoh kasus, penulis menggunakan stavlot yang dibeli tahun 2010 dan sampai sekarang masih dalam kondisi prima. Selamat Mencoba.

Gerbang Logika (Logic Gate) : Bagian 1

Meteri Sistem Komputer, SMK – TKJ X

Pengantar

Secara menyeluruh sistem komputer merupakan sistem pengolah data yang paling mutakhir dan merupakan ciri abad ini. “Data” dalam hal ini tentu saja data digital, atau data lain yang telah ter-digital-kan, digitalized. Sistem komputer secara sederhana digambarkan oleh Von Neumann seperti pada gambar 1 berikut :
Gambar 1 : Model asli Mesin Von Neumann (Structured Computer Organization, Andrew S. Tanenbaum )

Mesin Von Neumann mempunyai lima bagian utama yaitu memory, unit logika aritmatik, unit kontrol serta peralatan input dan output. Setiap unit mempunyai tugas / fungsi khusus, misalnya unit logika aritmatik bertugas melakukan perhitungan – perhitungan aritmatik (dasar : +, -, /, x) dan logika (dasar : or, and, not). Tiap – tiap unit dapat terdiri dari beberapa chip. Chip – chip inilah yang tersusun secara terstruktur atas gate – gate yang membentuk fungsi – fungsi khusus. Sebagai ilustrasi digambarkan pada gambar 2.
Gambar 2 : Ilustrasi Hubungan antara chip dan gate
Pada dasarnya, semua sistem yang disebutkan diatas bekerja berdasarkan fungsi – fungsi logika, baik dasar maupun kombinasi (gabungan dari beberapa fungsi). Setiap unit tersusun atas rangkaian – rangkaian sub sistem dengan fungsi tertentu juga. Misalnya, pada unit aritmatik terdapat sub-sistem rangkaian penjumlah (adder) dan rangkaian sub-sistem lainnya. Sebagai ilustrasi penggunaan logic gate pada unit ALU dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3 : Unit ALU 1 bit

Gerbang Logika Dasar

Gerbang logika dasar ada 3 yaitu OR, AND dan NOT. Dari 3 gerbang logika dasar ini kemudian akan dibangun / dirangkai gerbang – gerbang kombinasi dengan fungsi – fungsi baru. Dan dari gerbang – gerbang tersebut (dasar maupun kombinasi) akan dapat dirangkai unit – unit penyusun system komputer.

Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang logika OR atau OR gate adalah gerbang yang memenuhi fungsi logika OR. Di dalam teknologi gerbang ada 4 unsur yang akan selalu melekat yaitu :

  1. Fungsi logika
  2. Simbol / rangkaian gerbang
  3. Tabel kebenaran / truth table
  4. Notasi
Fungsi logika OR memenuhi pernyataan berikut : “keluaran akan bernilai benar apabila semua input bernilai benar”. Dengan ungkapan lain logika OR dapat dipadankan dengan pernyataan “atau”. Misalnya jika dikatakan : “dalam kegiatan kerja bakti besok, anak anak dapat membawa sabit atau cangkul”. Jika seorang anak membawa sabit saja maka ia dinyatakan benar. Jika ia membawa kedua – duanya maka ia juga benar. Seorang anak dinyatakan salah apabila ia tidak membawa apa – apa.

Secara elektronis, logika OR dapat dipadankan dengan rangkaian saklar dan lampu seperti gambar 4 berikut :

Gambar 4 : rangkaian saklar dan lampu sebagai padanan fungsi logika OR

Dari gambar tersebut dapat dibuat tabel sebagai berikut :

Saklar 1
Saklar 2
Keadaan Lampu
off
off
mati
off
on
hidup
on
off
hidup
on
on
hidup

Tabel 1 : kemungkinan – kemungkinan yang terjadi pada rangkaian lampu

Jika kondisi saklar “off“ dan lampu mati diganti dengan notasi “0” sedangkan kondisi saklar “on” diganti dengan notasi “1” maka tabel diatas dapat ditulis sebagai berikut :

Saklar 1
Saklar 2
Keadaan Lampu
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Tabel 2 : padanan tabel kondisi saklar – lampu dengan notasi “0” dan “1”

Tabel 2 diatas merupakan tabel kebenaran (truth table) untuk gerbang OR. Tabel tersebut menunjukkan kemungkinan logika yang terjadi terhadap Gerbang logika OR atau dapat dikatakan hubungan Input dan Output untuk gerbang OR.
Parameter – parameter Logika OR :
  1. Simbol
  2. Notasi : + atau OR
  3. Fungsi Logika : A + B = F atau A OR B = F
    catatan : simbol “+” dalam logika OR tidak bisa disamakan dengan “+” pada simbol aritmatika biasa. Tanda “+” dalam fungsi OR menunjukkan hubungan sesuai tabel kebenaran fungsi OR

Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang logika AND atau AND gate adalah gerbang yang memenuhi fungsi logika AND. Fungsi logika AND memenuhi pernyataan “keluaran bernilai benar apabila semua masukan bernilai benar”. Fungsi AND dapat dipadankan dengan pernyataan “dan”. Jika ada pernyataan “pada acara jalan sehat siswa harus memakai kaos dan topi”. Jika pada acara tersebut siswa hanya mengenakan kaos maka siswa tersebut masih dinyatakan salah. Keadaan akan bernilai benar jika semua persyaratan terpenuhi, yaitu siswa mengenakan kaos dan topi.

Secara elektronis, logika AND dapat dipadankan dengan rangkaian saklar dan lampu seperti gambar 5 berikut :

Gambar 5 : rangkaian saklar dan lampu sebagai padanan fungsi logika AND

Dari gambar tersebut dapat dibuat tabel sebagai berikut :

Saklar 1
Saklar 2
Keadaan Lampu
off
off
mati
off
on
mati
on
off
mati
on
on
hidup

Tabel 3 : kemungkinan – kemungkinan yang terjadi pada rangkaian lampu untuk rangkaian AND

Jika kondisi saklar “off“ dan lampu mati diganti dengan notasi “0” sedangkan kondisi saklar “on” diganti dengan notasi “1” maka tabel 3 dapat ditulis sebagai berikut :

Saklar 1
Saklar 2
Keadaan Lampu
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1

Tabel 4 : padanan tabel kondisi saklar – lampu dengan notasi “0” dan “1”

Tabel 4 diatas merupakan tabel kebenaran (truth table) untuk gerbang AND. Tabel tersebut menunjukkan kemungkinan logika yang terjadi terhadap Gerbang logika AND atau dapat dikatakan hubungan Input dan Output untuk gerbang AND.
Parameter – parameter Logika AND :
  1. Simbol
  2. Notasi : . atau AND
  3. Fungsi Logika : A . B = F atau A and B = F
    catatan : simbol “+” dalam logika AND tidak bisa disamakan dengan “+” pada simbol aritmatika biasa. Tanda “+” dalam fungsi AND menunjukkan hubungan sesuai tabel kebenaran fungsi AND.

Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang logika NOT atau NOT gate adalah gerbang yang memenuhi fungsi logika NOT. Fungsi logika NOT memenuhi pernyataan “keluaran merupakan lawan, balikan dari masukan”. Fungsi logika pada dasarnya dilakukan terhadap fenomena dengan dua keadaan, misalnya benar – salah, hidup – mati, on – off. Dalam hal ini fungsi NOT adalah fungsi yang membalik keadaan input terhadap inputnya. Misalkan jika dikatakan NOT hidup maka keluarannya atau jawabannya adalah mati. Demikian juga sebaliknya jika ditulis NOT mati maka hasilnya adalah hidup. Untuk fenomena yang memuat lebih dari 2 keadaan maka agak sulit menuliskan dalam fungsi NOT, misalkan NOT tiyo, maka akan banyak sekali jawabannya, sehingga tidak dapat memenuhi fungsi dua-keadaan.
Dalam kasus lain, kita dapat menuliskan NOT 5 sebagai NOT 101, sehingga jawabannya 010. bilangan biner ini sama dengan desimal 2. Maka akan sedikit sulit dipahami jika kita tulis NOT 5 = 2, meskipun kenyataan itu benar adanya.
Secara elektronis, logika NOT dapat dipadankan dengan rangkaian saklar dan lampu seperti gambar 6 berikut :

Dari gambar tersebut dapat dibuat tabel sebagai berikut :

Saklar 1
Keadaan Lampu
off
hidup
on
mati

Tabel 5 : kemungkinan – kemungkinan yang terjadi pada rangkaian lampu untuk rangkaian NOT

Jika kondisi saklar “off“ dan lampu mati diganti dengan notasi “0” sedangkan kondisi saklar “on” diganti dengan notasi “1” maka tabel 5 dapat ditulis sebagai berikut :

Saklar 1
Keadaan Lampu
0
1
1
0
Tabel 6 : padanan tabel kondisi saklar – lampu dengan notasi “0” dan “1”
Parameter – parameter Logika NOT :
  1. Simbol
  2. Notasi : atau/dibaca NOT A
  3. Fungsi Logika : = F atau NOT A = F

Sumber

  1. Dasar – dasar rangkaian logika digital, Budiono Mismail – Bandung, ITB, 1998.
  2. Structured Computer Organization, Fourth Edition, Andrew S. Tanenbaum, With contributions from James R. Goodman, Prentice-Hall, Inc. A Pearson Company, 2001.
  3. Computer Organization and Architecture, Sixth Edition, William Stalling, Prentice-Hall, Inc. A Pearson Company, 2003.

Komponen Elektronika pada Rangkaian Komputer (part 1 of 2)

Bagian 1 : Komponen Pasif

Perangkat komputer yang digunakan saat ini merupakan komputer generasi ke 4 yang dapat dikatakan sebagai perangkat elektronika. Hanya hardisk dan CD/DVD rom yang di dalamnya masih terdapat mekanisme mekanik, namun kedua perangkat tersebut tetap dikatakan sebagai perangkat elektronik. Perangkat elektronika mengolah sinyal – sinyal melalui rangkaian – rangkaian elektronik yang bekerja secara bersama / terintegrasi dalam suatu sistem.
Satu rangkaian / sistem komputer seperti kita ketahui tersusun dari banyak rangkaian pendukung / penyusun. Rangkaian ini dapat berupa rangkaian yang terintegrasi atau menyatu pada motherboard (on-board) maupun rangkaian yang dapat dipasang terpisah, card – card atau perangkat eksternal. Satu rangkaian dengan fungsi tertentu dapat tersusun dari satu atau lebih rangkaian dasar. Rangkaian – rangkaian tersebut tersusun atas komponen – komponen elektronika yang saling terhubung dan membentuk fungsi tertentu.
Komponen elektronika yang membangun rangkaian komputer (dan rangkaian lainnya) dapat digolongkan berdasarkan sinyal yang dihasilkan, yaitu :

  1. Komponen Pasif
  2. Komponen Aktif

Komponen Pasif

Suatu komponen dikatakan pasif jika komponen tersebut tidak menguatkan sinyal. Artinya jika diberikan masukan kepadanya maka sinyal tidak akan mengalami penguatan, besarnya tetap atau menurun. Yang termasuk dalam komponen aktif dalam rangkaian elektronika adalah : Resistor (R), Induktor (L), dan Kapasitor (C).

Resistor

Resistor adalah salah satu yang paling beragam dan paling mudah dari semua komponen listrik/elektronika. Kita dengan mudah akan menemukan resistor pada semua perangkat komputer. Hal ini karena resisteo telah ada selama bertahun-tahun dan memainkan peran penting dalam rangkaian elektronika. Resistor akan terus berkembang dalam berbagai bentuk dan ukuran baru dimasa – masa yang akan datang. Komponen resistor akan dijelaskan secara singkat dan beberapa detail penting yang menunjang rangkaian komputer.
Seperti yang kita ketahui, mungkin kita bisa menebak dari nama, resistor, resist atau diterjemahkan tahanan, meningkatkan perlawanan dari sirkuit /rangkaian. Tujuan utama dari resistor adalah untuk mengurangi aliran listrik di rangkaian. Resistor mempunyai berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda. Resistor juga menghasilkan panas sebagai akibat perlawanan terhadap listrik yang mengalir padanya. Nilai resistor dinyatakan dalam OHM / (berapa banyak aliran elektron yang dapat ditahan) dan kapasitas daya : Watt (berapa besar kemampuan menahan panas sebelum rusak.) Umumnya, resisto dengan daya yang lebih besar resistor dapat menangani lebih banyak beban. Ada juga resistor variabel, yang dapat memiliki hambatan yang dapat disesuaikan dengan memutar tombol atau perangkat lainnya. Resistor jenis ini disebut potensiometer.
Dalam rangkaian komputer resistor yang digunakan mempunyai daya relatif kecil dan mempunyai nilai hambatan yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Bentuk resistor yang telah terpasang pada rangkaian komputer dapat dilihat pada gambar 2. Sedangkan simbol resistor yang digunakan untuk mengambar rangkaian elektronik ditunjukkan pada gambar 3. Dalam rangkaian elektronika, resistor dinotasikan dengan huruf R.


Gambar 2 : contoh resistor pada rangkaian komputer

Gambar 3 : simbol resistor

Kapasitor

Sebuah kapasitor adalah komponen yang terbuat dari dua (atau sekumpulan) keping konduktif dengan insulator / dielektrika antara mereka. Isolator / dielektrika mencegah keping penghantar untuk saling bersentuhan. Ketika arus DC dialirkan pada sebuah kapasitor, muatan positif terjadi pada satu keping (atau sekumpulan keping) dan muatan negatif pada keping lainnya. Muatan ini (charge) akan tetap ada sampai kapasitor mengalami pengosongan / discharge.
Ketika arus AC dialirkan pada sebuah kapasitor, maka akan terjadi charge pada plat positif dan negatif pada plat lainnya selama bagian dari siklus ketika tegangan adalah positif. Ketika tegangan berjalan negatif pada paruh siklus kedua, kapasitor akan melepaskan muatan / discharge, dan kemudian mengisi kembali dengan cara yang berlawanan. Ini akan terjadi untuk setiap siklus. Karena memiliki muatan yang berlawanan yang tersimpan di dalamnya pada setiap kali perubahan tegangan, maka ia cenderung untuk menentang perubahan tegangan. Sehingga jika kita mengalirkan campuran sinyal DC dan AC melintasi kapasitor, kapasitor akan cenderung untuk memblokir DC dan melewatkan AC. Bentuk fisik kapasitor ditunjukkan gambar 4.


Gambar 4 : Kapasitor

Nilai sebuah kapasitor disebut kapasitansi dan diukur dalam farad (F). Notasi untuk kapasitor adalah C. Dalam praktek, biasanya digunakan mikrofarad dan sejenisnya (nano, pico), karena nilai satu farad suatu kapasitor adalah sangat besar! Sedangkan jenis kapasitor ditentukan berdasarkan jenis dielektrikum / insulator. Simbol kapasitor ditunjukkan gambar 5.


Gambar 5 : Simbol Kapasitor

Kapasitor digunakan dalam segala macam sirkuit elektronik, terutama dikombinasikan dengan resistor dan induktor, dan biasanya ditemukan di PC. Kebanyakan kapasitor yang digunakan di PC berfungsi sebagai pen-stabil tegangan dan menggunakan jenis elektrolit capasitor (elco), yang mempunyai polaritas + dan -. PC sekarang banyak yang mulai menggunakan kapasitor jenis solid (solid capasitor) yang mempunyai umur lebih panjang, sebagai penganti elco. Kerusakan capasitor sebagai pen-stabil tegangan dapat berakibat fatal bagi komponen – komponen lainnya, terutama komponen aktif (IC, Chip, Chipset).

Induktor

Sebuah induktor pada dasarnya adalah sebuah kumparan kawat. Ketika arus mengalir melalui induktor, medan magnet dibangkitkan, dan induktor akan menyimpan energi magnet sampai terjadinya pengosongan (sesaat setelah tidak ada arus).
Dalam beberapa hal, sebuah induktor adalah kebalikan dari kapasitor. Jika kapasitor menyimpan tegangan sebagai energi listrik / medan, induktor menyimpan energi sebagai medan magnet. Kapasitor menolak arus DC dan melewatkan arus AC, sementara induktor melakukan yang sebaliknya. Nilai sebuah induktor disebut induktansi, dan diukur dalam henrys (H).
Induktor dapat memiliki inti udara di tengah koilnya, atau inti besi. Sebagai bahan magnetik, inti besi meningkatkan nilai induktansi. Nilai induktansi juga dipengaruhi oleh bahan yang digunakan sebagai kawat, dan jumlah putaran dalam kumparan. Beberapa inti induktor berbentuk lurus dan lainnya berbentuk lingkaran tertutup disebut toroid. Jenis inti toroid induktor sangat efisien karena bentuk tertutup yang kondusif untuk menciptakan medan magnet yang kuat. Induktor digunakan dalam segala macam sirkuit elektronik, terutama dalam kombinasi dengan resistor dan kapasitor, dan juga ditemukan pada rangkaian PC. Gambar induktor ditunjukkan pada gambar 6, sedangkan simbol induktor pada gambar 7. Notasi untuk induktor adalah L.


Gambar 6 : Induktor
Gambar 7 : Simbol Induktor

Bersama dengan kapasitor, penggunaan induktor pada rangkaian PC salah satunya adalah sebagai filter / penyaring. Pada rangkaian PSU, induktor banyak digunakan sebagai penurun atau pembagi tegangan, yaitu dari 220 V AC menjadi nilai – nilai tegangan yang dibutuhkan oleh rangkaian PC, misalnya 5V, 12 V, 3,3 V.

Penugasan

  1. Carilah contoh sebuah rangkaian komputer (motherboard, VGA, LAN Card, dsb).
  2. Amati rangkaian tersebut, dan catat beberapa komponen elektronika pasif yang terdapat didalamnya.
  3. Tuliskan spesifikasi yang tertulis pada komponen elektronika tersebut, buat dalam bentuk tabel seperti berikut (buat masing – masing 3 komponen) :
    Jenis rangkaian yang diamatai : Motherboard / VGA / LAN Card / ……………………………
    Spesifikasi : ______________________________
    No. Jenis Komponen
    1 R
    2 L
    3 C
    ….. …..
Reference :

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } H1 { margin-bottom: 0.21cm } H1.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 16pt } H1.cjk { font-family: "SimSun"; font-size: 16pt } H1.ctl { font-family: "Tahoma"; font-size: 16pt } H2 { margin-bottom: 0.21cm } H2.western { font-family: "Arial", sans-serif; font-size: 14pt; font-style: italic } H2.cjk { font-family: "SimSun"; font-size: 14pt; font-style: italic } H2.ctl { font-size: 14pt; font-style: italic } H3 { margin-bottom: 0.21cm } H3.western { font-family: "Arial", sans-serif } H3.cjk { font-family: "SimSun" } TD P { margin-bottom: 0cm } A:link { so-language: zxx } –>

Dasar teknik instalasi listrik untuk teknisi komputer – bagian 1

Oleh : Setiyo Budi

Tidak dapat dipungkiri bahwa komputer adalah sebuah perlatan listrik yang membutuhkan sumber daya yang sesuai agar dapat beroperasi dengan baik / maksimal. Salah satu syarat agar daya listrik dari sumber (PLN) dapat mengoperasikan komputer dengan baik maka diperlukan prosedur pengkabelan atau instalasi kabel yang sesuai dengan standar.

Simbol – simbol listrik

Sebelum melakukan instalasi kelistrikan pada suatu ruang atau laboratorium komputer, maka yang pertama perlu dilakukan adalah melakukan perancangan pengkabelan pada ruang tersebut. Manfaat perencanaan ini diantaranya adalah untuk pengembangan dan troubleshooting di kemudian hari. Perancangan dilakukan dengan menggambar diagram skematik yang menggambarkan semua peralatan yang akan dihubungkan. Untuk itu perlu diketahui simbol – simbol kelistrikan yang digunakan untuk keperluan tersebut.
Diagram skematik adalah suatu susunan tata letak perkawatan elektronika / listrik dalam bentuk yang paling sederhana serta mempergunakan simbol-simbol baku (standar) elektronika / listrik. Dalam kaitannya dengan materi yang dibahas, akan ditunjukkan simbol – simbol baku kelistrikan yang dapat digunakan untuk menyusun rencana pengkabelan suatu lab. Komputer misalnya.
Dengan kata lain diagram skematik menunjukkan perkawatan rangkaian dalam format grafis. Skema tidak mengindikasikan posisi atau ukuran komponen maupun memperlihatkan titik sebenarnya pada penyambungan. Gambar simbol komponen kelistrikan ditunnjukkan pada gambar 1.

Gambar 1 Simbol-simbol beberapa komponen kelistrikan

Instalasi Listrik Ruang / Laboratorium Komputer

Disamping memahami simbul-simbul dan skema rangkaian kelistrikan, sangat diperlukan juga pengetahuan dan ketrampilan tentang instalasi listrik yang ada dalam suatu bangunan rumah atau ruangan maupun laboratorium komputer.
Secara umum instalasi listrik bangunan rumah atau laboratorium dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :

  1. Instalasi penerangan
  2. Instalasi tenaga

Instalasi penerangan adalah suatu instalasi listrik yang memberikan tenaga listrik untuk keperluan penerangan atau lampu. Sedangkan instalasi tenaga dipasang untuk dipergunakan sebagai penyedia daya yang diperlukan didalam bangunan atau laboratorium. Agar dalam pemasangan instalasi listrik dapat terselenggara dengan baik aman dan memenuhi syarat teknis maka dalam pelaksanaannya harus mengikuti aturan yang disusun dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik ).
Sebelum pemasangan Instalsi dilakukan, terlebih dahulu harus dibuatkan gambar instalasi, diagram instalasi. Juga digambarkan Gambar skema meliputi gambar diagram garis tunggal (gambar Bagan) dan gambar diagram garis ganda ( gambar pelaksanaan ).

Gambar Situasi

Menggambar instalasi listrik yang harus diperhatikan adalah situasi dan posisi gambar itu sendiri. Gambar situasi harus jelas dan teliti dan harus selalu berpedoman pada denah yang akan menjadi bidang pemasangan instalasi itu, serta penyambungannya dengan jaringan PLN. Keterangan keterangan ini diperlukan untuk dapat menentukan pemyambungan dan biaya.

Diagram Garis Tunggal dan Diagram Garis Ganda

Diagram garis tunggal biasanya disebut diagram perencanaan instalasi listrik, sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Diagram garis tunggal diterapkan pada instalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung–gedung sederhana hingga gedung besar/bertingkat. Contoh dari diagram garis tunggal dan diagram garis ganda adalah :
Satu buah saklar tunggal dipergunakan untuk melayani dua buah lampu pijar. Dari pernyataan tersebut dapat dibuatkan diagram garis tunggal dan diagram garis ganda seperti dilihat pada gambar 2.
Gambar 2 Diagram garis ganda dan garis tunggal

Keterangan

/ untuk fasa positif
/ untuk fasa negatif

Gambar Denah Rumah Tinggal

Disamping itu sebelum membuat gambar instalasi juga harus mengenal denah rumah sebagai berikut :

Tabel Keterangan Denah Rumah

Gambar 3 Denah Rumah tinggal

Dari gambar 3 denah tersebut sudah dilengkapi dengan gambar instalasinya berupa titik lampu, saklar maupun kotak kontak, tetapi belum digambar diagram pengkabelannya. Selanjutnya dibuatkan diagram garis tunggal dan diagram garis ganda (diagram pengawatannya).
Demikian juga digambarkan bagan rencana hubungan instalasi untuk mengetahui banyaknya kelompok yang terdapat pada rumah yang bersangkutandan juga disertai rekapitulasi pemakaian dan besarnya daya serta bahan atau peralatan yang dipergunakan.

Gambar 4 Bagan rencana hubungan instalasi

Kabel rumah jenis NYA yang dipasang dalam pipa dengan ukuran kabel 1,5 mm² tidak boleh dipasang untuk kotak kontak. Untuk instalasi kontak kontak sekurang kurangnya digunakan kabel NYA 2,5 mm².
Kotak kontak dinding sebaiknya ditempatkan disudut-sudut ruangan. Kotak kontak dinding sebaiknya jangan dipasang didekat kaki dinding karena dapat membahayakan anak kecil. Kotak kontak didinding yang dipasang kurang dari 1,25 m dari lantai harus diberi tutup pengaman.
Saklar untuk penerangan umum selalu ditempatkan di dekat pintu dan dipasang 1,5 m diatas lantai.
Dari gambar denah tersebut dapat digambarkan diagram satu kawat dan diagram pengawatannya / diagram kawat banyak seperti ditunjukkan pada gambar 5 dan 6

Gambar 5. Diagram satu kawat

Gambar 6. Diagram Pengawatan

Reference :

  1. KETRAMPILAN DASAR PERBENGKELAN, Toni Karja Saputra, S.Pd, Drs. I Komang Sumardika, Modul ELKA-MR.UM.007.A, DitPSMK, 2005
  2. Lausselet, Daman Nuri, Instalasi Listrik , Departemen Listrik , TEDC Bandung.
  3. Citra Cable, Power Cable Catalog ,
  4. Sariadi, Bambang Supriyanto, 1995, Perencanaan Instalasi Listrik Jilid I, Angkasa Bandung.