Cara Mudah Membuat Soal Moodle menggunakan Ms. Word dan ExamView

Moodle merupakan salah satu jenis LMS yang cukup banyak digunakan karena kemudahan dan kelengkapan fiturnya. Salah satu hal yang kurang nyaman adalah ketika kita akan membuat soal untu test menggunakan moodle, apalagi soal – soalnya mengandung banyak unsur, misalnya gambar, tabel maupun persamaan. Tutorial berikut mencoba untuk mempermudah pembuatan soal untuk keperluan test di moodle menggunakan beberapa software lain yaitu Microsoft Word dan ExamView.

Secara garis besar alur pembuatan soal adalah sebagai berikut :

  1. Membuat soal di Ms. Word menggunakan template yang disediakan oleh ExamView. Soal disimpan dalam bentuk .rtf. file ini merupakan file input untuk fitur import ExamView.
  2. Melakukan import file .rtf menggunakan ExamView. Hasil import adalah file .bnk.
  3. Melakukan export file .bnk menggunakan ExamView menjadi file Blackboard 7.1-9.0. File inilah nanti yang akan diimpor ke Moodle
  4. Melakukan import test  file Blackboard 7.1-9.0. pada Moodle

Download ExamView

ExamView Test Generator dibuat oleh Turning Technologies  mermupakan software yang digunakan untuk membuat perangkat test baik kertas, berbasis LAN maupun online.  Kita bisa memasukkan pertanyaan sendiri dan menyesuaikan tampilan tes. Dengan banyak fitur uniknya, seperti QuickTest Wizard, Import Wizard, kita dapat membuat dan memformat tes dalam hitungan menit.

ExamView Test Generator dapat diunduh pada link berikut : ExamView

Install, akan ada dua aplikasi yaitu :

exam-tut1

Membuat file .rtf menggunakan ms. Word

Template file .rtf untuk membuat test dapat diunduh pada link berikut : TemplateImportExamView

Edit file tersebut menggunakan Ms. Word. Lanjutkan numbering-nya. Judul di bagian atas dokumen merupakan pernyataan jenis soal yang akan dibuat. Dalam contoh tersebut jenis soalnya “Multiple Choice”

Kita dapat memanfaatkan semua fitur ms. Word untuk menyusun soal, misalnya menyisipkan tabel, gambar maupun equation.

exam-tut19

Beberapa point yang harus diperhatikan dalam membuat file soal .rtf

Beberapa point dalam pembuatan file .rtf agar dapat diimpor menggunakan examview:

  1. Numbering yang runut antar butir soal
  2. Tabel, gambar, persamaan, dan unsur lainnya menjadi satu kesatuan dengan numbering butir soal
  3. Numbering yang runut untuk pilihan ganda. Apabila dalam pilihan ganda terdapat gambar atau unsur lain, maka numbering diikutkan dengan numbering pilihan ganda.
  4. Soal ditutup dengan ANS: jawaban, dan diberi jarak 1 spasi dengan soal berikutnya.

Simpan kembali file tersebut setelah penyusunan soal selasai. pastikan exstensinya tetap .rtf. Buat folder khusus misalnya D:\bank-soal

Import file .rtf menggunakan ExamView

Sebelumnya, buatlah folder untuk menyimpan file .rtf dan file hasil import .bnk. Misalnya disimpan di D:\bank-soal

Jalankan evimport, kemudian tampil

exam-tut2

Klik Next> , Arahkan ke folder yang telah dibuat tadi.

exam-tut4

Arahkan juga folder tujuan (bagian bawah), dalam contoh folder tujuan sama dengan folder sumber yaitu D:\bank-soal

exam-tut11

Klik file yang akan di-import, klik Select, lalu klik Next>

exam-tut6.JPG

Ganti default number …. menjadi 1, ini untuk mengatur pilihan jawaban menjadi 1 kolom. Kemudian klik Next>

exam-tut7

Tidak ada perubahan setting pada step ini.

exam-tut8.JPG

tidak ada perubahan setting pada step ini.

exam-tut9

Klik Finish. Apabila import suksess akan tampil pesan berikut :

exam-tut10.jpg

Export file .bnk menggunakan ExamView menjadi file Blackboard 7.1-9.0.

Hasil import file .bnk tersimpan di folder D:/bank-soal. Langkah selanjutnya adalah menjalankan ExamViewTestGenerator.

exam-tut10a.JPG

Tampilan Awal ExamView Test Generator

Pilih Open an exsisting questio bank, lalu arahkan ke folder D:\bank-soal , klik Open

exam-tut12.JPG

exam-tut13.JPG

Tampilan file .bnk hasil exsport setelah dibuka dengan ExamView Test Generator

Untuk identitas soal, silahkan edit Title dan Subtitle. Untuk meng-eksport file .bnk menjadi file blackboard : Klik File > Exsport > Blackboard 7.1-9.0 …

Akan tampil dialog berikut :

exam-tut14a.JPG

Tentukan nama file hasil eksport pada File name : , Klik Save

exam-tut16.JPG

Isilah Nama: (ga bisa kosong) dan Description: (bila sempat 🙂 ) pada Pool Information. Isilah Directory Nama: pada Image Directory.  Klik OK.

exam-tut17.JPG

Hasil akhir file eksport bnk > blackboard 7.1-9.0 : soal_tkj.zip. File inilah nanti yang dapat diimport ke Moodle menggunakan menu Import question from file.

exam-tut18.JPG

Pilih Blackboard pada saat melakukan import ke Question bank di Moodle

 _Sekian dulu_

 

Advertisements

Lembar Kerja Teknologi Layanan Jaringan kelas XI

Lembar Kerja ini merupakan pelengkap buku “Teknologi Layanan Jaringan jilid I : Pengantar Komunikasi Data” untuk SMK jurusan TKJ kelas XI Kurikulum 13 revisi

  1. Bab II : Aplikasi Komunikasi Data Lembar kerja bab II
  2. Bab III : Organisasi Standar Komunikasi Data Lembar kerja bab III
  3. Bab IV : Standar Komunikasi Data Amerika Lembar kerja bab IV
  4. Bab V : Standar Komunikasi Data Terbuka Lembar kerja bab V
  5. Bab VI : Proses Komunikasi Data dalam Jaringan Lembar kerja bab VI
  6. Bab VII : Aspek-aspek teknologi komunikasi data dan suara Lembar kerja bab VII
  7. Bab VIII : Kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan Lembar kerja bab VIII
  8. Bab IX : Kebutuhan bandwidth jaringan Lembar kerja bab IX

 

Menghubungkan OS Ubuntu Server pada Virtual Box dengan PC Host (OS Windows)

Untuk melakukan pengujian server yang dibangun pada software virtualisasi Virtual Box maka OS pada Virtual Box harus dihubungkan dengan PC Host. Setelah OS Server pada Virtual Box terhubung dengan PC Host maka PC Host telah menjadi client sebegaimana biasa.

Untuk melakukan hal tersebut dapat dilakukan prosedur berikut :
1. Jalankan virtual box. Pilih Setting –> Jaringan
Pada Attected to pilih Host-only Adapter, kemudian OK

2. Pada PC Host, jalankan Network Connection, atur IP Address pada VirtualBox Host-Only Network, misalnya seperti contoh pada gambar.

3. Buatlah network Bridge antara Local Area Connection dengan VirtualBox Host-Only Network.

4. Atur IP Address pada Network Bridge (Network Bridge) misalnya seperti contoh di gambar.

5. Jalankan OS Server pada Virtual Box.
6. Atur IP Address pada OS tersebut misalnya seperti pada gambar.

7. Setelah restart jaringan (/etc/init.d/networking restart), lakukan tes dengan melakukan ping ke client.

8. Apabila ada respon maka OS Server pada Virtual Box dan Windows pada host sudah terhubung.

Pengelolaan User pada Ubuntu Server

Materi Pengantar Administrasi Server TKJ XII

Bagi yang terbiasa menggunakan selain Linux, mungkin masalah user tidak terlalu menjadi perhatian.Dalam OS Linux, masalah user harus dirancang dan diatur sedemikian rupa, apalagi jika kelak digunakan oleh user yang banyak (misalnya jika ingin membuat web server).

Admin harus membuat pengguna lain selain root untuk keperluan sehari – hari dan menggunakan root hanya untuk keperluan administrasi. Login sebegai root setiap saat akan mengurangi keamanan pada suatu sistem. Pada Server Ubuntu (keluarga debian), kita tahu bahwa untuk login “sementara” sebagai root digunakan perintah sudo. Hal ini dirasa lebih aman apalagi jika kita sering lupa tidak logout setelah login sebagai root.

Beberapa perintah yang berbuhungan dengan pengelolaan user : adduser, userdel, passwd, chfn, chsh

  1. adduser

    Perintah ini digunakan untuk menambahkan user. Setelah perintah tersebut dijalankan maka akan ditanya data – data pelengkap misalnya nama, alamat, dsb. Namun untuk keperluan awal yang paling harus diperhatikan hanya nama user dan password, sedangkan yang lainnya dapat diabaikan dengan menekan enter.

    Syntax :
    # adduser [user_name]
    contoh : #adduser tekaje – – menambah user baru dengan nama tekaje

  2. userdel

    Perintah ini digunakan untuk menghapus user. Untuk  melakukannya user harus login sebagai root, dan hanya user root yang dapat melakukan penghapusan user.

    syntax :
    # userdel [user_name]
    contoh : #userdel tekaje – – menghapus user yang bernama tekaje

  3. passwd

    Perintah passwd digunakan untuk mengubah kata sandi suatu user. OS Linux selalu mempersyaratkan password bagi setiap pengguna, sehingga opsi password ini tidak dapat dibiarkan kosong. Pada dasarnya program passwd meng-edit file /etc/shadow yang berisi semua kata sandi sistem dalam format terenkripsi.
    Syntax :
    #passwd – – mengganti password sendiri
    #passwd [user_name] – – mengganti password user lain, yang dilakukan oleh root
    contoh :#passwd tekaje

Catatan :

  • hanya user root yang dapat mengganti password user lain. User lain yang aktif (selain root) hanya dapat menganti passwordnya sendiri
  • User selain root tidak dapat mengganti password root

Penugasan :

  1. lakukan percobaan perintah – perintah diatas pada lab. TKJ
  2. buatlah laporan dan kesimpulan sederhana dari prakikum yang telah dilakukan

Pengantar Administrasi Server Linux : Bekerja dengan linux command line

Materi Pengantar Administrasi Server Linux bagi Kelas XII SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan

Kebiasaan menggunakan Sistem Operasi berbasis grafis sering membuat kita kesulitan untuk melakukan administrasi sistem Linux. Kegiatan adminstrasi sistem memang masih bisa dilakukan dalam mode grafis akan tetapi ini akan mengurangi kecepatan kerja dan fungsionalitas beberapa kegiatan administrasi. Contohnya ketika kita meng-setting firewall atau membuat tabel nat, akan terasa sekali keterbatasan antar muka grafis yang dapat digunakan. Untuk itu kemampuan memahami dan menggunakan command line (shell/terminal) dalam OS Linux akan sangat membantu tugas administrasi.

  1. Perintah, argumen dan option.

    1. Perintah pada shell / terminal terdiri dari satu atau lebih suku kata, dipisahkan oleh spasi/blank atau TAB.

    2. Format umum : perintah [opsi] [argumen/parameter]

    3. opsi biasanya ditandai dengan tanda – , diikuti dengan sebuah huruf

      example : ls -l /etc

  2. Nama file, wilcard dan expansi path.

    1. Wilcard digunakan untuk mencocokkan karakter, kumpulan karakter atau pola – pola tertentu. Tabel wilcard dasar adalah sebagai berikut :

      Wildcard Kecocokan
      ?*

      [ set ]

      [!set ]

      Sembarang karakter tunggalsembarang string karakter

      sembarang karakter yang ada di-set

      sembarang karakter yang selain di-set (negasi)

    2. example : ls *.conf

      tampilkan semua file yang ber-extansi .conf

    3. example : ls s????.doc

      tampilkan semua file berawalan s diikuti 4 huruf berextensi .doc

    4. catatan : wildcard tidak dapat digabung dengan alamat directory, mis ls /etc *.conf → tidak dapat menampilkan semua file .conf pada folder /etc

  3. Navigation command: ls ; cd ; pwd

    1. ls → menampilkan daftar file / direktory pada sebuahdirektory
      opsi : -l – – menampilkan secara detail
      -a – – menampilkan semua file (termasuk yang disembunyikan, awalan . )cd → mengganti direktory aktif / kerja
    2. exp : cd /bin → berpindah ke direktory /bin
      catatan : penulisan spasi diwakili dengan tanda * ; My Documen ditulis My*Documenpwd → menampilkan lokasi aktif kita saat ini
    3. exp : $cd /bin

$ pwd

/bin

  • Creation: touch ; mkdir

    1. touch → membuat file baru (kosong), fungsi dasar : mengubah timestamp / waktu pembuatan / peng-edit-an file menjadi waktu sekarang
      exp : touch /etc/squid.log → buat file kosong bernama squid.log pada direktori /etc
      catatan : direktori harus sudah ada / dibuat sebelumnya, jika tidak maka perintah tidak dapat di-eksekusi
    2. mkdir → membuat direktory / folder baru
      exp : mkdir /home/ais → buat folder ais pada direktory /home

    catatan : sama dengan perintah touch, apabila hendak membuat sub directori dalam direktori, maka direktori sebelumnya harus sudah ada. Opsi-p akan memaksa mkdir untuk membuat subdirektory dalam direktory tanpa ada pesan kesalahan.

  •                     contoh : mkdir -p /home/ais/data1

    1. Copy and Move : cp ; mv

      1. cp → menyalin file / direktori

        exp : cp /home/aji/bind9.zip /usr → copy file bind9.zip pada folder /home/aji ke /usr

      2. mv → memindah suatu file / direktory

        exp : mv /home/aji/bind9.zip /usr → pindahkan file bind9.zip pada folder /home/aji ke /usr

    2. Deleting : rm ; rmdir (Be cereful with this command !!!)

      1. rm → menghapus file – file pada direktory

      2. rmdir → menghapus direktory kosong

      Catatan : berhati – hatilah dengan kedua perintah diatas.

    3. Beberapa catatan

      1. perintah pada sistem linux bersifat case sensitif, artinya memperhatikan huruf besar dan kecil. MV tidak sama dengan mv.

      2. Penulisan alamat folder / direktory / path menggunakan pemisah / → disebut root; contoh : /etc → artinya berada di root partisi, folder etc.

      3. $ artinya shell user ; # artinya shell root

      4. petunjuk rinci suatu command dapat dilihat dengan perintah man atau help

        exp : man ls → melihat petujuk penggunaan command ls

    KONTROL AKSES FILE PADA LINUX

    Materi Adminstrasi server / TKJ XII

    • Setiap file dan direktori pada sistem linux mempunyai pemilik (owner) / user dan hak akses yang berbeda
    • Hanya pemilik / user dan user root yang dapat merubah hak akses thd file / direktory
    • Kumpulan satu / lebih user disebut group
    • root adalah nama user sekaligus group, group root dapat dianalogikan dengan group administrator pada windows.
    • User diluar user dan group yang terdaftar / valid disebut other.

    Perintah Management Akses pada suatu file / directory

    1. chown – – mengubah kepemilikan suatu file

      contoh :
      # chown inas /home/budi/latih.tex – – artinya mengubah file latih.tex pada folder /home/budi menjadi milik user inas
    2. chgrp – – mengubah grup suatu file / direktory

      contoh :
      # chgrp sun /home/budi – – meng-ubah direktory /home/budi menjadi dapat diakses oleh user – user dibawah group sun.
    3. chmod – – meng-ubah ijin/hak akses suatu file / direktory

            ada dua cara untuk meng-ubah hak akses suatu file / direktory
      1. dengan notasi huruf

        sintax :
        chmod [whoXperm] [file/direktory]
        who – – u → user; g → group; o → other (dilluar user dan group)
        X – – tanda + → memberi hak; – → menghilangkan hak
        perm – – r (read); w (write); x (execute)
        contoh :
        #chmod u+rwx /cache – – memberikan hak membaca, menulis dan exsekusi pada user
      2. dengan notasi angka

        notasi angka dapat diringkas dalam tabel berikut

    Set-aktif = 1
    non aktif = 0
    Angka pertama
    untuk user
    Angka kedua
    untuk group
    Angka ketiga
    untuk other
    000 – – –
    0
    0
    0
    001 – – x
    1
    1
    1
    ……… ………
    ………
    ………
    ………
    101 r – x
    5
    5
    5
    110 rw-
    6
    6
    6
    111 rwx
    7
    7
    7

    Catatan : kode biner dikonversi menjadi desimal, 101 = 5; 111 = 7
    contoh :
    #chmod 755 data.doc – – merubah hak file data.doc dapat dibuka dan ditulis oleh user, tapi tidak bisa ditulis oleh group dan other

     

    TUGAS

    Jelaskan arti perintah – perintah berikut :

    1. chmod ug+rw /home/ariel/lagu
    2. chmod ugo+rwx /home/luna/data
    3. chmod 777 /cache
    4. chown squid squid
    5. chmod 700 /cache
    6. chmod 660 /cache
    7. chmod 650 /cache