Menghubungkan OS Ubuntu Server pada Virtual Box dengan PC Host (OS Windows)

Untuk melakukan pengujian server yang dibangun pada software virtualisasi Virtual Box maka OS pada Virtual Box harus dihubungkan dengan PC Host. Setelah OS Server pada Virtual Box terhubung dengan PC Host maka PC Host telah menjadi client sebegaimana biasa.

Untuk melakukan hal tersebut dapat dilakukan prosedur berikut :
1. Jalankan virtual box. Pilih Setting –> Jaringan
Pada Attected to pilih Host-only Adapter, kemudian OK

2. Pada PC Host, jalankan Network Connection, atur IP Address pada VirtualBox Host-Only Network, misalnya seperti contoh pada gambar.

3. Buatlah network Bridge antara Local Area Connection dengan VirtualBox Host-Only Network.

4. Atur IP Address pada Network Bridge (Network Bridge) misalnya seperti contoh di gambar.

5. Jalankan OS Server pada Virtual Box.
6. Atur IP Address pada OS tersebut misalnya seperti pada gambar.

7. Setelah restart jaringan (/etc/init.d/networking restart), lakukan tes dengan melakukan ping ke client.

8. Apabila ada respon maka OS Server pada Virtual Box dan Windows pada host sudah terhubung.

Pengelolaan User pada Ubuntu Server

Materi Pengantar Administrasi Server TKJ XII

Bagi yang terbiasa menggunakan selain Linux, mungkin masalah user tidak terlalu menjadi perhatian.Dalam OS Linux, masalah user harus dirancang dan diatur sedemikian rupa, apalagi jika kelak digunakan oleh user yang banyak (misalnya jika ingin membuat web server).

Admin harus membuat pengguna lain selain root untuk keperluan sehari – hari dan menggunakan root hanya untuk keperluan administrasi. Login sebegai root setiap saat akan mengurangi keamanan pada suatu sistem. Pada Server Ubuntu (keluarga debian), kita tahu bahwa untuk login “sementara” sebagai root digunakan perintah sudo. Hal ini dirasa lebih aman apalagi jika kita sering lupa tidak logout setelah login sebagai root.

Beberapa perintah yang berbuhungan dengan pengelolaan user : adduser, userdel, passwd, chfn, chsh

  1. adduser

    Perintah ini digunakan untuk menambahkan user. Setelah perintah tersebut dijalankan maka akan ditanya data – data pelengkap misalnya nama, alamat, dsb. Namun untuk keperluan awal yang paling harus diperhatikan hanya nama user dan password, sedangkan yang lainnya dapat diabaikan dengan menekan enter.

    Syntax :
    # adduser [user_name]
    contoh : #adduser tekaje – – menambah user baru dengan nama tekaje

  2. userdel

    Perintah ini digunakan untuk menghapus user. Untuk  melakukannya user harus login sebagai root, dan hanya user root yang dapat melakukan penghapusan user.

    syntax :
    # userdel [user_name]
    contoh : #userdel tekaje – – menghapus user yang bernama tekaje

  3. passwd

    Perintah passwd digunakan untuk mengubah kata sandi suatu user. OS Linux selalu mempersyaratkan password bagi setiap pengguna, sehingga opsi password ini tidak dapat dibiarkan kosong. Pada dasarnya program passwd meng-edit file /etc/shadow yang berisi semua kata sandi sistem dalam format terenkripsi.
    Syntax :
    #passwd – – mengganti password sendiri
    #passwd [user_name] – – mengganti password user lain, yang dilakukan oleh root
    contoh :#passwd tekaje

Catatan :

  • hanya user root yang dapat mengganti password user lain. User lain yang aktif (selain root) hanya dapat menganti passwordnya sendiri
  • User selain root tidak dapat mengganti password root

Penugasan :

  1. lakukan percobaan perintah – perintah diatas pada lab. TKJ
  2. buatlah laporan dan kesimpulan sederhana dari prakikum yang telah dilakukan

Pengantar Administrasi Server Linux : Bekerja dengan linux command line

Materi Pengantar Administrasi Server Linux bagi Kelas XII SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan

Kebiasaan menggunakan Sistem Operasi berbasis grafis sering membuat kita kesulitan untuk melakukan administrasi sistem Linux. Kegiatan adminstrasi sistem memang masih bisa dilakukan dalam mode grafis akan tetapi ini akan mengurangi kecepatan kerja dan fungsionalitas beberapa kegiatan administrasi. Contohnya ketika kita meng-setting firewall atau membuat tabel nat, akan terasa sekali keterbatasan antar muka grafis yang dapat digunakan. Untuk itu kemampuan memahami dan menggunakan command line (shell/terminal) dalam OS Linux akan sangat membantu tugas administrasi.

  1. Perintah, argumen dan option.

    1. Perintah pada shell / terminal terdiri dari satu atau lebih suku kata, dipisahkan oleh spasi/blank atau TAB.
    2. Format umum : perintah [opsi] [argumen/parameter]
    3. opsi biasanya ditandai dengan tanda – , diikuti dengan sebuah huruf
      example : ls -l /etc
  2. Nama file, wilcard dan expansi path.

    1. Wilcard digunakan untuk mencocokkan karakter, kumpulan karakter atau pola – pola tertentu. Tabel wilcard dasar adalah sebagai berikut :

      Wildcard Kecocokan
      ?
      *
      [ set ]
      [!set ]
      Sembarang karakter tunggal
      sembarang string karakter
      sembarang karakter yang ada di-set
      sembarang karakter yang selain di-set (negasi)
    2. example : ls *.conf
      tampilkan semua file yang ber-extansi .conf
    3. example : ls s????.doc
      tampilkan semua file berawalan s diikuti 4 huruf berextensi .doc
    4. catatan : wildcard tidak dapat digabung dengan alamat directory, mis ls /etc *.conf → tidak dapat menampilkan semua file .conf pada folder /etc
  3. Navigation command: ls ; cd ; pwd

    1. ls → menampilkan daftar file / direktory pada sebuahdirektory
      opsi : -l – – menampilkan secara detail
      -a – – menampilkan semua file (termasuk yang disembunyikan, awalan . )cd → mengganti direktory aktif / kerja
    2. exp : cd /bin → berpindah ke direktory /bin
      catatan : penulisan spasi diwakili dengan tanda * ; My Documen ditulis My*Documenpwd → menampilkan lokasi aktif kita saat ini
    3. exp : $cd /bin
      $ pwd
      /bin
  4. Creation: touch ; mkdir

    1. touch → membuat file baru (kosong), fungsi dasar : mengubah timestamp / waktu pembuatan / peng-edit-an file menjadi waktu sekarang
      exp : touch /etc/squid.log → buat file kosong bernama squid.log pada direktori /etc
      catatan : direktori harus sudah ada / dibuat sebelumnya, jika tidak maka perintah tidak dapat di-eksekusi
    2. mkdir → membuat direktory / folder baru
      exp : mkdir /home/ais → buat folder ais pada direktory /home

    catatan : sama dengan perintah touch, apabila hendak membuat sub directori dalam direktori, maka direktori sebelumnya harus sudah ada. Opsi-p akan memaksa mkdir untuk membuat subdirektory dalam direktory tanpa ada pesan kesalahan.

                    contoh : mkdir -p /home/ais/data1

  1. Copy and Move : cp ; mv

    1. cp → menyalin file / direktori
      exp : cp /home/aji/bind9.zip /usr → copy file bind9.zip pada folder /home/aji ke /usr
    2. mv → memindah suatu file / direktory
      exp : mv /home/aji/bind9.zip /usr → pindahkan file bind9.zip pada folder /home/aji ke /usr
  2. Deleting : rm ; rmdir (Be cereful with this command !!!)

    1. rm → menghapus file – file pada direktory
    2. rmdir → menghapus direktory kosong

    Catatan : berhati – hatilah dengan kedua perintah diatas.

  3. Beberapa catatan

    1. perintah pada sistem linux bersifat case sensitif, artinya memperhatikan huruf besar dan kecil. MV tidak sama dengan mv.
    2. Penulisan alamat folder / direktory / path menggunakan pemisah / → disebut root; contoh : /etc → artinya berada di root partisi, folder etc.
    3. $ artinya shell user ; # artinya shell root
    4. petunjuk rinci suatu command dapat dilihat dengan perintah man atau help
      exp : man ls → melihat petujuk penggunaan command ls

<!– @page { margin: 2cm } TD P { margin-bottom: 0cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

KONTROL AKSES FILE PADA LINUX

Materi Adminstrasi server / TKJ XII

  • Setiap file dan direktori pada sistem linux mempunyai pemilik (owner) / user dan hak akses yang berbeda
  • Hanya pemilik / user dan user root yang dapat merubah hak akses thd file / direktory
  • Kumpulan satu / lebih user disebut group
  • root adalah nama user sekaligus group, group root dapat dianalogikan dengan group administrator pada windows.
  • User diluar user dan group yang terdaftar / valid disebut other.

Perintah Management Akses pada suatu file / directory

  1. chown – – mengubah kepemilikan suatu file

    contoh :
    # chown inas /home/budi/latih.tex – – artinya mengubah file latih.tex pada folder /home/budi menjadi milik user inas
  2. chgrp – – mengubah grup suatu file / direktory

    contoh :
    # chgrp sun /home/budi – – meng-ubah direktory /home/budi menjadi dapat diakses oleh user – user dibawah group sun.
  3. chmod – – meng-ubah ijin/hak akses suatu file / direktory

        ada dua cara untuk meng-ubah hak akses suatu file / direktory
    1. dengan notasi huruf

      sintax :
      chmod [whoXperm] [file/direktory]
      who – – u → user; g → group; o → other (dilluar user dan group)
      X – – tanda + → memberi hak; – → menghilangkan hak
      perm – – r (read); w (write); x (execute)
      contoh :
      #chmod u+rwx /cache – – memberikan hak membaca, menulis dan exsekusi pada user
    2. dengan notasi angka

      notasi angka dapat diringkas dalam tabel berikut

Set-aktif = 1
non aktif = 0
Angka pertama
untuk user
Angka kedua
untuk group
Angka ketiga
untuk other
‘000 – – –
0
0
0
‘001 – – x
1
1
1
……… ………
………
………
………
101 r – x
5
5
5
110 rw-
6
6
6
111 rwx
7
7
7

Catatan : kode biner dikonversi menjadi desimal, 101 = 5; 111 = 7
contoh :
#chmod 755 data.doc – – merubah hak file data.doc dapat dibuka dan ditulis oleh user, tapi tidak bisa ditulis oleh group dan other

 

TUGAS

Jelaskan arti perintah – perintah berikut :

  1. chmod ug+rw /home/ariel/lagu
  2. chmod ugo+rwx /home/luna/data
  3. chmod 777 /cache
  4. chown squid squid
  5. chmod 700 /cache
  6. chmod 660 /cache
  7. chmod 650 /cache